
Banyak orang merasa heran ketika pengajuan KPR ditolak, padahal gaji sudah di atas 10 juta rupiah per bulan. Secara logika, penghasilan tersebut seharusnya cukup untuk mencicil rumah. Namun faktanya, gaji besar tidak selalu menjamin KPR disetujui.
Alasan utamanya bukan pada nominal gaji, melainkan pada riwayat kredit yang tercatat di sistem perbankan. Di sinilah peran kolektibilitas kredit (collectibility) menjadi sangat penting.
KPR Tidak Hanya Dinilai dari Gaji
Bank tidak menilai calon debitur hanya dari slip gaji. Ada beberapa aspek lain yang menjadi pertimbangan, seperti:
- Riwayat pembayaran kredit sebelumnya
- Beban cicilan berjalan
- Stabilitas pekerjaan
- Pola keuangan
- Catatan kredit di SLIK OJK
Salah satu indikator paling krusial adalah kolektibilitas, yang dibagi dalam skala 1 sampai 5.
Mengenal Kolektibilitas 1–5 dalam Sistem Perbankan
Kolektibilitas adalah penilaian bank terhadap kedisiplinan seseorang dalam membayar kewajiban kredit. Berikut penjelasannya:
Kolektibilitas 1 – Lancar Ini adalah kondisi terbaik. Tidak pernah telat bayar cicilan, baik kartu kredit, pinjaman online, maupun cicilan lainnya. Dengan kolektibilitas 1, peluang KPR disetujui sangat tinggi.
Kolektibilitas 2 – Dalam Perhatian Khusus Pernah telat bayar 1–90 hari. Meski terlihat sepele, status ini sudah membuat bank lebih berhati-hati. KPR masih mungkin, tetapi sangat tergantung kebijakan bank.
Kolektibilitas 3 – Kurang Lancar Tunggakan 91–120 hari. Pada tahap ini, sebagian besar bank sudah menolak pengajuan KPR karena dianggap berisiko.
Kolektibilitas 4 – Diragukan Tunggakan 121–180 hari. Hampir dipastikan KPR tidak bisa diproses, berapa pun gaji calon debitur.
Kolektibilitas 5 – Macet Tunggakan di atas 180 hari. Status ini membuat pengajuan KPR nyaris mustahil sebelum dilakukan perbaikan kredit secara serius.
Inilah sebabnya seseorang dengan gaji 10 juta bisa gagal KPR, sementara orang dengan gaji lebih kecil justru lolos.
Kesalahan Umum yang Sering Tidak Disadari
Banyak orang tidak sadar bahwa:
- Telat bayar kartu kredit kecil tetap tercatat
- Paylater dan pinjaman online memengaruhi skor kredit
- Kredit lama yang belum ditutup masih tercatat
- Riwayat buruk masa lalu tidak otomatis hilang
Tanpa memahami kolektibilitas, pengajuan KPR sering berakhir dengan penolakan yang membingungkan.
Havenwell Property: Membantu dari Hulu, Bukan Saat Ditolak
Di sinilah Havenwell Property mengambil peran penting. Havenwell tidak hanya membantu menjual rumah, tetapi mendampingi konsumen sebelum mengajukan KPR.
Pendekatan Havenwell meliputi:
- Edukasi awal tentang kesiapan KPR
- Pengecekan kondisi kredit secara realistis
- Rekomendasi strategi perbaikan kolektibilitas
- Penyesuaian produk rumah dengan profil finansial
- Pendampingan proses KPR hingga akad
Dengan pendekatan ini, konsumen tidak lagi “nekat mengajukan”, tetapi siap secara data dan kondisi.
KPR Itu Soal Kesiapan, Bukan Sekadar Penghasilan
Penghasilan 10 juta adalah modal yang baik, tetapi disiplin finansial dan riwayat kredit yang bersih adalah kunci utama. Dengan pemahaman kolektibilitas dan pendampingan yang tepat, peluang memiliki rumah tetap terbuka lebar.
Havenwell Property membantu mengubah kebingungan menjadi rencana yang jelas dan terukur.
Kesimpulan
Jika gaji kamu 10 juta tapi tidak bisa KPR, masalahnya kemungkinan besar bukan pada penghasilan, melainkan pada kolektibilitas kredit. Memahami status kredit sejak awal akan menyelamatkan waktu, tenaga, dan mental.
Bersama Havenwell Property, proses membeli rumah dimulai dari kesiapan yang benar—bukan dari spekulasi.


