
CIBINONG – BOGOR – DEPOK. Banyak pengusaha dan pebisnis ragu membeli rumah lewat KPR karena merasa prosesnya lebih sulit dibanding karyawan tetap. Padahal faktanya, pemilik usaha tetap bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), asalkan dokumennya lengkap dan usaha berjalan sehat.
Permintaan rumah di kawasan Cibinong, Bogor, dan Depok terus meningkat, terutama dari kalangan wirausaha muda. Namun pertanyaan yang sering muncul adalah: “Dokumen KPR untuk pengusaha itu apa saja?”
Berikut 9 dokumen penting yang biasanya diminta bank saat pengusaha mengajukan KPR.
1️⃣
KTP & Kartu Keluarga (KK)
Dokumen identitas adalah syarat utama. Pastikan data sesuai dan tidak bermasalah di sistem perbankan.
2️⃣
NPWP Pribadi
NPWP menjadi bukti bahwa pemohon terdaftar sebagai wajib pajak. Bank akan melihat kepatuhan pajak sebagai indikator kredibilitas finansial.
3️⃣
Surat Keterangan Usaha (SKU) atau NIB
Pengusaha perlu menunjukkan legalitas usaha. Bisa berupa SKU dari kelurahan atau Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi usaha yang sudah terdaftar resmi.
4️⃣
Rekening Koran 3–6 Bulan Terakhir
Ini salah satu dokumen terpenting. Bank akan menganalisis arus kas masuk dan keluar dari rekening usaha atau rekening pribadi.
Semakin stabil cashflow, semakin besar peluang KPR disetujui.
5️⃣
Laporan Keuangan Sederhana
Tidak harus rumit seperti perusahaan besar. Minimal ada catatan omzet, biaya operasional, dan laba bersih per bulan.
Banyak pengusaha gagal KPR bukan karena usahanya kecil, tetapi karena tidak memiliki pencatatan keuangan yang rapi.
6️⃣
SIUP atau Akta Usaha (Jika Ada)
Untuk usaha berbadan hukum atau skala menengah, dokumen legal formal seperti SIUP atau akta pendirian perusahaan akan memperkuat pengajuan.
7️⃣
SPT Tahunan
Bank sering meminta bukti pelaporan pajak tahunan sebagai bagian dari analisis kelayakan kredit.
8️⃣
Bukti Pembayaran Pajak (Jika Ada)
Semakin tertib pajak, semakin baik citra finansial Anda di mata bank.
9️⃣
Dokumen Properti yang Akan Dibeli
Termasuk brosur, price list, dan dokumen legal dari developer. Biasanya ini disiapkan oleh pihak marketing perumahan.
Pengusaha Justru Punya Peluang Besar
Menariknya, banyak bank justru melihat pengusaha dengan omzet stabil sebagai nasabah potensial. Apalagi di kawasan berkembang seperti Cibinong, Bogor, dan Depok, di mana pertumbuhan ekonomi lokal cukup aktif.
Perumahan seperti Arshaka Nirwana Indah 5 dan proyek-proyek lain di wilayah ini banyak diminati oleh pengusaha karena:
- Lokasi strategis dekat pusat aktivitas
- Harga masih kompetitif
- Potensi kenaikan nilai properti
- Bisa digunakan sebagai hunian sekaligus aset investasi
Jangan Takut Ajukan KPR
Banyak pebisnis menunda membeli rumah karena takut ditolak bank. Padahal dengan persiapan dokumen yang benar dan pencatatan keuangan yang rapi, peluang persetujuan cukup besar.
Kunci utamanya adalah transparansi penghasilan dan konsistensi cashflow.
Bagi pengusaha di Cibinong, Bogor, dan Depok yang sedang mencari rumah, sekarang bukan lagi soal bisa atau tidak — tapi soal kesiapan dokumen.
Karena memiliki usaha bukan penghalang untuk punya rumah. Justru bisa jadi modal utama Anda disetujui KPR.


